KONTINUM KONFLIK IDENTITASISLAM FUNDAMENTALIS DALAM PEREBUTAN KAPITAL DI LOMBOK TIMUR

Dr. Nurun Sholeh M.Si, Sholeh KONTINUM KONFLIK IDENTITASISLAM FUNDAMENTALIS DALAM PEREBUTAN KAPITAL DI LOMBOK TIMUR. Technical Report. https://eprints.hamzanwadi.ac.id/. (Unpublished)

[img] Text
Laporan Penelitian.pdf

Download (1MB)

Abstract

Analisis konflik seperti menyingkap api dalam sekam. Bertitik tolak dari hal ini, programpenelitian ini mencari dan menemukan (hiuristik) makna yang tersembunyi di balik realitas (the hidden transcrifct of reality) konflik identitas Islam Fundamentalis dalam perebutan kapital di Lombok Timur. Konflik ini terjadi setelah munculnya kata “makam tain acong” dalam izu dakwah Ustadz Mizan Qudsiah,Pengasuh Pondok Pesantren As- Sunnah Bagek Nyake Lombok Timur. Izu tain acong yang bergulir di media sosial telah viral dan menjadi konsumsi public masyarakat yang hirarkhis dan agamis. Mereka yang terkenal dengan sebutan “fanatic buta’ langsung terbakar dan menyerang Pondok Pesantren as-Sunnahsebagai “lascar jihat’ membela agama Allah. Massa ini berkembang dan melakukan demonstrasi pada tanggal 6 Januari 2022. Mereka menuntut agar bapak Bupati Lombok Timur mencabut statusnya Pondok Pesantren Assunnah Bagek Nyake Lombok Timur. Pemerintah dan Masyarakat harus bersenergi membangun masyarakat dengan selangkah seayun dan bukan berayun-ayun dari kutup ekstrem ke kutup ekstrem yang lain. Konflik Identitas Islam Fundamentalis ini brdampak kepada masyarakat luas dengan memunculkan persoalan baru. Konflik berimbas dengan munculnya konversi antar kapital. Walaupun secara kasat mata konflik redam,tetapi masih menyimpan intentitas persoalan yang “berekor” tergantun kepada actor sebagai penyulut api konflik. Untuk menyingkap persoalan konflik tersebut, peneliti menggunakan teori hysteresis yang dikembangkan oleh Pierre Bourdieu. Teori ini menganalisis tentang proses perebutan kapital antar aliran Islam Fundamentalis yang berkembang di Pondok Pesantren Lombok Timur. Sebagai teori pendukung digunakan teori yang dikembangkan Jhon Galtung (teori konflik ABC) dan analisis teori yang dikembangkan Lewis Coser ( Safety valve teory ). Analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa kapital yang berbasis kepada agama sulit dikategorikan dalam forms of capital sebagaimana yang pandangan teori yang dikembangkan Pierre Bourdieu. Akan tetapi kapital ini akan memiliki daya fungsional kalua bersenergi dengan kapital lainnnya. Di samping itu juga, elit agama tetap memiliki symbolic power sebagai alat control yang dapat mengendalikan gerak pergeseran kapital sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Lombok Timur yang memiliki tipical hirarkhis dan agamis yang terkenal dengan sebutan iqon sebagai kota “seribu masjid”. Key Word: Konflik, konversi, kapital.

Item Type: Monograph (Technical Report)
Subjects: Sosial dan Ekonomi > Fenomena Sosial
Depositing User: Mr Jaelani Ahmad
Date Deposited: 29 Oct 2022 06:58
Last Modified: 29 Oct 2022 06:58
URI: http://eprints.hamzanwadi.ac.id/id/eprint/5004

Actions (login required)

View Item View Item