ANALISIS KESESUAIAN TARIF RIIL DENGAN TARIF INA CBGs PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. R SOEDJONO SELONG

WAHYUNI, LALA NURUL (2023) ANALISIS KESESUAIAN TARIF RIIL DENGAN TARIF INA CBGs PADA PASIEN HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. R SOEDJONO SELONG. undergraduate thesis, UNIVERSITAS HAMZANWADI.

[img] Text
ABSTRACT LALA NURUL WAHYUNI.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (272kB)
[img] Text
ARTIKEL LALA NURUL WAHYUNI.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (613kB)
[img] Text
BAB 1-2-3 SKRIPSI LALA NURUL WAHYUNI.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (576kB)
[img] Text
Skripsi Lala Nurul Wahyuni.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK Jumlah penduduk di Indonesia yang menderita hipertensi mencapai 34,1% dari 260 juta jiwa yaitu sekitar 8 juta jiwa. Hipertensi termasuk penyakit kronis yang menghabiskan biaya BPJS mencapai 30% atau 6,9 triliun dari tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan tarif riil dengan tarif INA-CBGs. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, data diambil secara retrosfektif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persentase kesesuaian pada hiprtensi keparahan II sebesar 8,33% dan keparahan III sebesar 8,33%, sedangkan persentase ketidaksesuaian pada hpertensi keparahan II sebesar 70,84% dan keparahan III sebesar 12,5%. Hal ini membuktikan terdapat perbedaan antara tarif riil dengan tarif INA-CBGs, yang dimana persentase pada ketidak suaiannya lebih besar dibandingkan persentase kesesuaiannya. Perbedaan kesesuaian tarif riil dengan tarif INA-CBGs antara hipertensi keparahan II dan keparahan III tidak memiliki perbedaan yang berarti dimana nilai signifikansi sebesar 0,645 dengan selisih biaya Rp159.562,00 begitupun pada ketidak sesuaian antara hipertensi keparahan II dan keparahan III memiliki nilai signifikansi 0,720 dengan selisih biaya sebesar Rp328.915,00. Hal tersebut membuktikan bahwa tarif yang di keluarkan oleh rumah sakit lebih banyak dibanding tarif yang diterima rumah sakit dari pihak BPJS. Kata kunci: Biaya, Farmakoekonomi, BPJS, NTB.

Item Type: Thesis (undergraduate)
Subjects: Sains > Farmasi
Divisions: Fakultas Kesehatan > Farmasi
Depositing User: Mrs Zohratul Hasanah
Date Deposited: 01 Aug 2026 03:23
Last Modified: 01 Aug 2026 03:23
URI: http://eprints.hamzanwadi.ac.id/id/eprint/6589

Actions (login required)

View Item View Item