BUDAYA PATRIARKI DALAM TRADISI SASAK LOMBOK (ANALISIS WACANA KRITIS DALAM KUMPULAN CERPEN JANGAN PULANG JIKA KAMU PEREMPUAN KARYA RIYANA RIZKI)

FATIHRAHMA, MAHYUNI (2025) BUDAYA PATRIARKI DALAM TRADISI SASAK LOMBOK (ANALISIS WACANA KRITIS DALAM KUMPULAN CERPEN JANGAN PULANG JIKA KAMU PEREMPUAN KARYA RIYANA RIZKI). undergraduate thesis, UNIVERSITAS HAMZANWADI.

[img] Text
SKRIPSI_FINAL_MAHYUNI_FATIHRAHMA JILID TERBARU.pdf - Submitted Version
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini membahas budaya patriarki yang terjadi dalam kumpulan cerpen jangan pulang jika kamu perempuan karya Riyana Rizki menggunakan pendekatan Sara Mills. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui budaya patriarki yang terjadi pada tradisi merariq dalam tradisi masyarakat sasak Lombok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik penumpulan data berdasarkan hasil pemahaman pembaca terhadap kumpulan cerpen dan melakukan wawancara ke penulis dan juga beberapa pembaca. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan data-data dari kutipan cerpen berdasarkan tema yang di angkat kemudian dianalisis menggunakan teori Sara Mills yaitu posisi subjek-objek dan posisi pembaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa tradisi merariq dalam masyarakat Sasak Lombok, yang tergambar dalam cerpen “Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan,” merepresentasikan kuatnya budaya patriarki yang masih melekat dalam kehidupan sosial. Dalam cerpen ini, laki-laki dan adat digambarkan sebagai subjek dominan yang memiliki otoritas penuh dalam menentukan jalan hidup perempuan. Sebaliknya, perempuan ditempatkan pada posisi objek yang harus tunduk dan menerima konsekuensi dari keputusan yang dibuat oleh laki-laki maupun masyarakat. Berdasarkan perspektif teori wacana kritis Sara Mills, ditemukan bahwa cerpen ini tidak hanya memposisikan perempuan sebagai objek yang selalu disalahkan tetapi juga menempatkan pembaca pada posisi kritis untuk mengkaji ulang legitimasi adat yang bias gender. Pembaca diarahkan untuk berempati terhadap penderitaan tokoh perempuan sekaligus diajak untuk menolak klaim kebenaran yang dibangun oleh suara dominan adat. Dengan demikian, cerpen “Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan” dapat dikatakan sebagai wacana tandingan yang tidak sekadar merekam realitas, tetapi juga menawarkan kritik sosial yang tajam terhadap budaya patriarki serta membuka ruang kesadaran baru tentang pentingnya kesetaraan gender. Kata Kunci: Budaya Patriarki, Cerpen Riyana Rizki, Sara Mills

Item Type: Thesis (undergraduate)
Subjects: Bahasa dan Sastra > Bahasa Indonesia > Sosiologi Sastra
Divisions: Fakultas Bahasa, Seni, dan Humaniora > Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Depositing User: Mrs Zurriyatun Thayyibah
Date Deposited: 13 Apr 2026 05:28
Last Modified: 13 Apr 2026 05:28
URI: http://eprints.hamzanwadi.ac.id/id/eprint/6224

Actions (login required)

View Item View Item